Anggota Ditujah, Seribuan PSHT Datangi Mapolres Mesuji

Diposting pada

MESUJI (24/4/2023) – Sekitar seribuan warga PSHT geruduk Polres Mesuji, Senin, 24 April 2023. Mereka meminta pelaku penujahan terhadap salah seorang anggota mereka pada malam Takbiran, 21 April 2023, ditangkap dan diadili.

Kedatangan seribuan warga PSHT sempat membuat arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur bergerak pelan. Massa memenuhi pinggir jalan sambil meneriakkan slogan organisasi mereka dan meminta petugas menangkap teman mereka yang ditujah.

Hingar bingar suara motor pun tidak bisa dihindari, karena pengunjuk rasa datang dengan sepeda motor. Jumlah roda dua yang dibawa berjumlah ratusan, belum termasuk roda empat terbuka dan tertutup.

Samapta Polres Mesuji sudah membuat barikade di pintu masuk, yang dilengkapi dengan pasukan dan mobil anti huru-hara. Karena masih berlebaran, koordinator pengunjuk rasa dan petugas sepakat massa berkumpul di Alun-Alun Mulya Agung, dan di samping Mapolres.

Massa PSHT datang pukul 09.00 pagi dan aksi baru bubar pukul 12.00 siang.

Sujoko Bakter, koordinator lapangan pengunjuk rasa, mengatakan mereka mendatangi Polres Mesuji karena seorang warga mereka ditujah sekelompok orang tidak dikenal di Simpang Sait, perbatasan Kecamatan Way Serdang dan Simpang Pematang, Mesuji, malam Lebaran lalu.

Penujahan sempat membuat ribuan massa berkumpul di SP 5D dan Wirabangun, Kecamatan Simpang Pematang. Petugas berusaha mendinginkan suasana, hingga massa bubar menjelang dinihari.

Wakapolres Mesuji Kompol Juli Sundara mengatakan pihaknya sudah menerima perwakilan PSHT Mesuji dan sudah memahami kedatangan mereka.

Kompol Juli Sundara mengatakan, petugas terkait saat ini sedang menyidik perkara penujahan pada malam takbiran itu, dan optimis menangkap pelakunya.

@lampungtelevisi.com
Video dan artikel* ini bersumber langsung dari youtube dan kami share di website Lamsel.comLampung SelatanLamsel

Tinggalkan Balasan