RS Bob Bazar Kalianda Kekurangan Operator Hemodialisa

Diposting pada

KALIANDA (9/5/2023) – Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda masih kekurangan operator mesin hemodialisa. Sebanyak 10 dari 20 mesin belum bisa melayani pasien karena perawatnya kurang enam orang.

Belum optimalnya pelayanan mesin hemodialisa terungkap dalam rapat dengan pendapat (RDP) Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ ) Bupati Lampung Selatan tahun 2022 dengan Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda di Ruang Badan Anggaran DPRD, Senin 8 Maret 2023.

Rapat dipimpin Ketua Pansus Rosdiana mendengarkan laporan keuangan Rumah Sakit Bob Bazar meliputi pengeluaran, pemaukan, dan permasalahan lainnya.

Anggota Pansus, Untung Setiabudi, menanyakan program BPJS karena ia mendapatkan laporan warga mengenai masa rawat inap hanya tiga hari. Jengis Khan Haikal menanyakan maksimalisasi mesin hemodialisa. Alat kesehatan ini belum beroperasi maksimal akibat kekurangan tenaga ahli.

Direktur Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda dokter Reny Indrayani menjelaskan kepemilikan 20 mesin hemodialisa. Sebanyak enam perawat mengoperasikan 10 mesin. Sisanya belum beroperasi karena kurang operator enam orang. Banyak pasien antre atau pindah berobat ke Bandarlampung karena 20 mesin hemodialisa belum beroperasi penuh.

Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda melayani pasien BPJS sesuai ketentuan seperti pasien umum. Rumah sakit membantah pemberlakuan rawat inap hanya tiga hari.

@lampungtelevisi.com
Video dan artikel* ini bersumber langsung dari youtube dan kami share di website Lamsel.comLampung SelatanLamsel

Tinggalkan Balasan